Sabtu, 06 November 2010

Peristiwa Bencana Alam

Gempa Bumi
Kejadian gempa bumi sering melanda di hampir seluruh dunia. Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi. Hal ini terjadi karena adanya pergerakan lempengan pembentuk kerak bumi, dan tepatnya terjadi pada patahan. 
Patahan berupa garis retakan yang terdapat di dalam batuan. Pergerakan dari lempengan ini terjadi setiap saat. Ada getaran yang kekuatannya kecil sehingga tidak terasa oleh kita, ada juga getaran dengan kekuatan besar yang dapat terasa. Getaran berkekuatan besar mampu merusak kawasan sekitar tempat tinggal kita. Bahkan, menelan banyak korban jiwa. 
Penyebab terjadinya gempa bumi bukan hanya pergerakan lempengan semata. Faktor lainnya di antaranya aktivitas magma di dalam gunung berapi, jumlah massa air yang berlebihan, serta aktivitas manusia yang mampu mendorong timbulnya guncangan muka bumi.
Gempa besar yang melanda bumi di antaranya di Haiti pada awal 2010, gempa bumi serta tsunami di Aceh pada akhir 2004, atau gempa bumi Shicuan pada 12 Mei 2008.

Tanda - Tanda Terjadinya Gempa Bumi :
  1. Adanya awan yang berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas. Hal ini kemungkinan besar merupakan awan yang disebut awan gempa yang biasanya muncul sebelum terjadinya gempa. Awan berbentuk seperti batang ini terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi sehingga menyerap daya listrik yang ada di awan. Gelombang elektromagnetis ini terjadi akibat adanya pergeseran patahan lempeng bumi. Tetapi tidak semua awan yang berbentuk seperti itu adalah awan gempa, mungkin saja itu adalah asap dari pesawat terbang. Jika ada tanda seperti itu maka perlu untuk diwaspadai. Untuk lebih meyakinkan lagi maka dapat dilakukan uji medan elektromagnetik.
  2. Terdapat medan elektromagnetik di sekitar kita. Gelombang tersebut memang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Medan elektromagnetik dapat diuji dengan cara melihat siaran televisi apakah tiba-tiba salurannya terganggu tanpa sebab apapun. Jika kurang yakin, kalian dapat melakukan uji medan elektromagnetik dengan cara lain. Dengan mematikan arus listrik dan melihat apakah lampu neon tetap menyala redup/ remang walaupun sudah tidak dialiri listrik.
  3. Perhatikan perilaku hewan-hewan yang ada di sekitar kalian. Apakah hewan-hewan tersebut bertingkah aneh atau gelisah.
    Sebab hewan memiliki naluri yang sangat tajam dan mampu merasakan gelombang elektromagnetis. 
Vulkanisme
Vulkanisme merupakan peristiwa alam berupa meletusnya gunung berapi. Sebagian besar kawasan di dunia dikelilingi oleh deretan gunung berapi. Gunung berapi tersebut ada yang telah terdiam ratusan tahun, kemudian meluapkan material di dalamnya. 
Vulkanisme memberikan dampak negatif maupun positif bagi alam sekitar. Dampak negatifnya adalah luapan material seperti lahar panas, abu vulkanik, maupun batuan vulkanik dapat memakan korban jiwa maupun kerusakan. Dampak positifnya adanya unsur dalam material vulkanik yang dapat menyuburkan daerah sekitarnya. Selain itu, kawasan pasca vulkanisme ini dapat digunakan sebagai kawasan pariwisata.
Peristiwa vulkanisme di dunia dapat terjadi setiap saat. Ada empat peristiwa vulkanisme yang terbesar di dunia, tiga dari peristiwa tersebut terjadi di Indonesia, yaitu meletusnya Gunung Toba di Sumatera Utara beratus tahun yang lalu, meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, meletusnya Gunung Thera di kawasan Mediterania, dan meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda.

Tanda - Tanda Terjadinya Gunung Meletus :
 

Banjir
Banjir merupakan luapan air yang tidak dapat terbendung. Banjir dapat disebabkan oleh alam maupun manusia. Intensitas hujan yang tinggi dapat mengakibatkan bencana banjir. Selain itu, adanya campur tangan manusia yang sering merusak bumi dapat mengakibatkan bencana banjir, salah satunya tumpukan sampah. 
Hampir setiap saat banjir melanda berbagai daerah di dunia. Beberapa kawasan dunia yang sering terkena banjir adalah sebagian besar kawasan Indonesia, Pakistan, India, dan Cina. Bencana ini sering mengakibatkan korban jiwa dan banyak penduduk yang kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran hutan
Kebakaran hutan ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan manusia. Hutan dapat terbakar karena gesekan ranting-ranting kering yang tertiup angin. Gesekan-gesekan yang berulang-ulang tersebut akan menimbulkan percikan api. Dengan kondisi ranting maupun daun yang kering tersebut maka akan mempermudah api menjalar ke seluruh area hutan.

Angin Topan
Angin merupakan embusan udara yang bergerak. Embusan angin memiliki daya atau kekuatan yang berbeda. Embusan ini dapat bersifat halus, tetapi dapat pula sangat kencang. Angin yang berembus sangat kencang mengakibatkan kerusakan yang sangat parah pada daerah sekitar. Peristiwa ini sering disebut angin topan.
Embusan angin kencang sering terjadi di beberapa kawasan. Peristiwa ini sering terjadi di kawasan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Kawasan yang berada di daerah ini adalah Amerika (khususnya California dan Texas), Korea, dan Taiwan. 
Bagi beberapa kawasan ini, angin topan merupakan bencana musiman. Di Indonesia, serangan angin topan baru dirasakan pada pertengahan 2007.
Gempa bumi, vulkanisme, banjir, dan angin topan hanyalah beberapa contoh bencana alam dunia. Masih banyak peristiwa alam lainnya yang menjadi pemicu kerusakan alam ini.
Oleh karena itu, marilah kita jaga kawasan bumi ini dari kerusakan alam. Mulai dengan hal kecil dengan membuang sampah pada tempatnya.

Tsunami
Gempa berkekuatan besar tentu saja ada dampak yang bisa berwujud bencana jenis lain. Jika skala gempa besar dan pusat gempa berada di dasar laut maka gempa tersebut dapat menimbulkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa.


Tanda - Tanda Terjadinya Tsunami :
  1. Adanya suara gemuruh di laut, hal ini akibat adanya pergeseran lapisan tanah.
  2. Laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ke tengah.
  3. Karena surutnya laut maka akan tercium bau khas laut seperti bau amis.
  4. Burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi menuju daratan. 
Tanah Longsor
Tanah longsor merupakan jenis gerakan tanah. Tanah longsor sendiri merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor. Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit.

Tanda - Tanda Terjadinya Tanah Longsor :

  1. Keretakan pada tanah yang berbentuk konsentris (terpusat) seperti lingkaran atau paralel dan lebarnya beberapa sentimeter dengan panjang beberapa meter. Bentuk retakan dan ukurannya yang semakin lebar merupakan parameter ukur umum semakin dekatnya waktu longsor.
  2. Penampakan runtuhnya bagian-bagian tanah dalam jumlah besar.
  3. Kejadian longsor di satu tempat menjadi pertanda kawasan tanah longsor lebih luas lagi. 
Daerah Rawan dan Gejala Awal Bencana Alam
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar